Selasa, 25 Desember 2012

Tugas Individu Pemasaran Sosial

PERAN DAN DETERMINAN PEMASARAN SOSIAL TERHADAP KESEHATAN MASYARAKAT







  
OLEH:
ASTUTY PRATIWI
F1D2 10 160




FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS HALUOLEO
KENDARI
2012





PERAN DAN DETERMINAN PEMASARAN SOSIAL TERHADAP KESEHATAN MASYARAKAT

Pemasaran Sosial
Pemasaran berasal dari kata marketing, dan pemasaran asal katanya adalah pasar yang berarti market, sedangkan yang bisa dipasarkan adalah berupa produk (barang) atau jasa. Memasarkan barang tidak hanya sekedar menawarkan atau menjual saja, tetapi di dalamnya terdapat beberapa kegiatan yang mencakup penjualan pembelian, dengan berbagai cara, menetapkan harga dan lain sebagainya (Wikipedia).
Menurut William J Stanton, Pemasaran adalah keseluruhan intern yang berhubungan dengan kegiatan – kegiatan usaha yang bertujuan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang akan memuaskan kebutuhan pembeli baik pembeli yang ada maupun pembeli potensial.
Pemasaran sosial di perkenalkan pada tahun 1971 sebagai istilah yang digunakan untuk menjelaskan penerapan prinsip-prinsip dan teknik pemasaran dalam introduksi atau memperkenalkan gagasan dan perilaku sosial. Pemasaran sosial  dapat di artikan perancangan, penerapan, dan pengendalian program yang ditujukan untuk meningkatkan penerimaan suatu gagasan atau praktik tertentu pada suatu kelompok sasaran dalam rangka perubahan perilaku.
Pemasaran sosial, penggunaan teknik pemasaran untuk memperkenalkan atau mengadakan perubahan sosial.  Seiring dengan perubahan kebijakan pembangunan kesehatan di Indonesia, pemasaran sosial ( social marketing ) telah banyak dipergunakan dalam berbagai keperluan program kesehatan, yang merupakan salah satu bentuk operasional dari komunikasi kesehatan. Sebagai contoh program keluarga berencana.
Dapat di simpulkan bahwa pemasaran sosial adalah penerapan konsep dan teknik pemasaran untuk mendapatkan manfaat sosial. Pengertian pemasaran social adalah suatu proses untuk membuat rancangan, implementasi dan pengawasan program yang bertujuan meningkatkan penerimaan gagasan social atau perilaku pada suatu kelompok sasaran. Pada dasarnya pemasaran social berupa peneapan teknik pemasaran untuk mendapatkan manfaat sosial, dengan demikian, prinsip dan kegiatan dalam pemasaran social tidak berbeda jauh dengan pemasaran komersial seperti penggunaan teknik analisis meliputi marketing research, penembangan produk, penentuan harga, periklanan dan promotion akan tetapi diakukan bukan berdasarkan kepentingan bisnis. Contoh pemasaran social yang dilakukan seperti upaya untuk mempengaruhi perilaku yang berkaitan dengan transportasi umum, energy matahari, upaya perlindungan, pendaftaran pemilih, pengangkatan anak dan perilaku sehat.

Kesehatan masyarakat
Undang-undang kesehatan No. 23 Tahun 1992 memberikan batasan : kesehatan adalah keadaan sejahtera badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi.
Menurut Winslow (1920) seorang ahli kesehatan masyarakat, kesehatan masyarakat adalah ilmu dan seni mencegah penyakit, memperpanjang harapan hidup dan meningkatkan kesehatan melalui usaha-usaha pengorganisasian masyarakat untuk:
·         perbaikan sanitasi lingkungan
·         pembersihan penyakit-penyakit menular
·         pendidikan untuk kebersihan perorangan (personal hygiene)
·         pengorganisasian pelayanan-pelayanan medis dan perawatan untuk diagnosis dini serta pengobatan, dan
·         pengembangan rekayasa sosial untuk menjamin agar setiap orang terpenuhi kebutuhan hidupnya yang layak dalam memelihara kesehatannya.

Peran Dan Determinan Pemasaran Sosial Terhadap Kesehatan Masyarakat
Pemasaran sosial, penggunaan teknik pemasaran untuk memperkenalkan atau mengadakan perubahan sosial.  Seiring dengan perubahan kebijakan pembangunan kesehatan di Indonesia, pemasaran sosial ( social marketing ) telah banyak dipergunakan dalam berbagai keperluan program kesehatan masyarakat, yang merupakan salah satu bentuk operasional dari komunikasi kesehatan. Sebagai contoh program keluarga berencana.
Pemasaran Sosial sangat berpengaruh terhadap Kesehatan Masyarakat.  Kesehatan masyarakat adalah ilmu dan seni mencegah penyakit, memperpanjang harapan hidup dan meningkatkan kesehatan melalui usaha-usaha pengorganisasian . Pemasaran Sosial merupakan bagian dari bidang studi komunikasi. Salah satu definisi  komunikasi yang relevan dengan bahasan ini adalah seperti yang dikemukakan Arnold dan Hirsch : Suatu proses penyampaian pesan yang bertujuan untuk mempengaruhi perilaku penerima pesan. Pengertian yang paling sederhana mengenai pemasaran sosial adalah penggunaan prinsip-prinsip dan teknik pemasaran untuk menyampaikan ide atau perilaku tertentu. Philip Kotler (2005), menyatakan bahwa pemasaran sosial adalah suatu proses untuk membuat rancangan, implementasi dan pengawasan program yang bertujuan meningkatkan penerimaan gagasan sosial atau perilaku pada kelompok sasaran. Gagasan dan perilaku dari pemasaran sosial dalah produk yang dipasarkan. Bagaimana cara mengubah perilaku masyarakat demi tercapainya peningkatan derajat kesehatan masyarakat.  Pemasaran dalam konteks promosi kesehatan adalah keterampilan manajemen dalam hal mengidentifikasi kesempatan – kesempatan untuk memenuhi permintaan konsumen atau klien sehingga memberikan perlindungan maksimal dan atau perbaikan dalam kesehatan mereka ( Ewles dan Simnett, 1994 ). Kegiatan pemasaran sosial tidak berbeda dengan pemasaran komersial dalam hal penggunaan teknik analisis yang meliputi riset pasar (marketing research ), pengembangan produk, penentuan harga ( keterjangkauan ) dan periklanan serta promosi.
Meskipun demikian, terdapat beberapa perbedaan antara pemasaran komersial dengan pemasaran sosial:
1.      Penggunaan produk sosial sering kali lebih rumit
2.      Produk sosial lebih controversial
3.      Keuntungan produk sosial tidak dapat dirasakan dengan cepat hasilnya
Faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan baik individu, kelompok maupun masyarakat, dikelonpokkan menjadi 4 (Blum, 1974). Berdasarkan urutan besarnya (pengaruh) terhadap kesehatan tersebut adalah sbb:
1.      Lingkungan
Lingkungan memiliki pengaruh yang dan peranan terbesar diikuti perilaku, fasilitas kesehatan dan keturunan. Lingkungan sangat bervariasi, umumnya digolongkan menjadi tiga kategori, yaitu yang berhubungan dengan aspek fisik dan sosial. Lingkungan yang berhubungan dengan aspek fisik contohnya sampah, air, udara, tanah, ilkim, perumahan, dan sebagainya. Sedangkan lingkungan sosial merupakan hasil interaksi antar manusia seperti kebudayaan, pendidikan, ekonomi, dan sebagainya. Contohnya telah banyak fasilitas kesehatan lingkungan yang di bangun oleh instansi baik pemerintah, swasta, maupun LSM namun kurang/tidak di manfaatkan dan dipelihara sebagaimana mestinya. Agar sarana sanitasi lingkungan tersebut dimanfaatkan dan dipelihara secara optimal maka perlu di tanamkan pendidikan kesehatan bagi masyarakat.
2. Perilaku
Perilaku merupakan faktor kedua yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat karena sehat atau tidak sehatnya lingkungan kesehatan individu, keluarga dan masyarakat sangat tergantung pada perilaku manusia itu sendiri. Di samping itu, juga dipengaruhi oleh kebiasaan, adat istiadat, kebiasaan, kepercayaan, pendidikan sosial ekonomi, dan perilaku-perilaku lain yang melekat pada dirinya.
3. Pelayanan kesehatan
Pelayanan kesehatan merupakan faktor ketiga yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat karena keberadaan fasilitas kesehatan sangat menentukan dalam pelayanan pemulihan kesehatan, pencegahan terhadap penyakit, pengobatan dan keperawatan serta kelompok dan masyarakat yang memerlukan pelayanan kesehatan. Ketersediaan fasilitas dipengaruhi oleh lokasi, apakah dapat dijangkau atau tidak. Yang kedua adalah tenaga kesehatan pemberi pelayanan, informasi dan motivasi masyarakat untuk mendatangi fasilitas dalam memperoleh pelayanan serta program pelayanan kesehatan itu sendiri apakah sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang memerlukan.
4. Keturunan
Keturunan (genetik) merupakan faktor yang telah ada dalam diri manusia yang dibawa sejak lahir, misalnya dari golongan penyakit keturunan seperti diabetes melitus dan asma bronehial. Banyak penyakit-penyakit yang dapat dicegah, namun sebagian penyakit tidak dapat dihindari, seprti penyakit akibat dari bawaan atau keturunan. Semakin besar penduduk yang memiliki risiko penyakit bawaan akan semakin sulit upaya meingkatkan derajat kesehatan.
Keempat faktor yang mempengaruhi kesehatan di atas tidak dapat berdiri sendiri, namun saling berpengaruh. Oleh karena itu upaya pembangunan kesehatan harus dilaksanakn secara simultan dan saling mendukung. Upaya kesehatan yang dilaksanakan harus bersifat komperhensif, hal ini berarti bahwa upaya kesehatan harus mencakup upaya preventif/promotif, kuratif dan rehabilitatif. Maka dari itu di butuhkan suatu strategi pemasaran sosial  yang baik dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat.
Pusat kegiatan pada pemasaran sosial adalah konsumen atau masyarakat, atau pemasaran sosial berorientasi pada konsumen, bukan pada perusahaan seperti pada pemasaran komersial. Hal ini berarti bahwa tingkat keberhasilan kegiatan pemasaran sosial ditentukan berdasarkan ukuran konsumen atau masyarakat. Sama halnya dengan kesehatan masyarakat, Pusat kegiatan pada kesehatan masyarakat adalah masyarakat itu sendiri. Bagaimana dalam pemasaran sosial, mampu mengubah perilaku masyarakat agar berperilaku sehat.
Konsumen sebagai tolak ukur mempunyai empat unsur yaitu produk, harga, tempat dan promosi. Ke empat unsur tersebut harus dikembangkan dan dikelola secara terpadu sebagai kesatuan dalam rangka memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. Keterpaduan unsur – unsur tersebut dikenal sebagai bauran unsur atau marketing mix.
Produk yang dijual dala pemasaran social adalah produk social atau produk yang secara social bermanfaat, seperti jenis pelayanan (pemeriksaan ibu hamil, penimbangan balita) atau perilaku baru (berhenti merokok, olahraga) dapat juga berupa benda nyata (kapsul vitamin A, tablet besi untuk tambah darah) yang disesuiakan denga keterbutuhan dan minat masyarakat.
Harga dalam pemasaran social ditentukan berdasarkan manfaat atau kemudahan yang dapat dinikmati oloh masyarakat, berbeda dengan pemasaran komersial yang didasarkan pada besarnya biaya yang diperlukan untuk memproduksi suatu barang. Harga dapat berupa uang, kesempatan, status dan waktu.
Tempat pemasaran social adalah lokasi tempat produk dapat diperoleh. Sedangkan promosi bertujuan untuk membujuk konsumen atau kelompok sasaran tertentu agar tertarik dengan produk yang ditawarkan.
Jadi , suatu kebutuhan untuk menghadapi perubahan lingkungan dan kontekstual yang terjadi, yakni dengan harus mendukung perubahan perilaku dari perubahan sosial  yang lebih baik dalam pemasaran sosial dengan tujuan peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
.




DAFTAR PUSTAKA

Maulana, Heri D.J.2009.Promosi Kesehatan EGC:Jakarta.
Pickett, George.2008. Kesehatan masyarakat: administrasi dan praktik.EGC:Jakarta
Arya. 2012. Teori BLUM tentang kesehatan masyarakat.  Tersedia di: http://mhs.blog.ui.ac.id/putu01/2012/06/01/teori-blum-tentang-kesehatan-masyarakat/. Diakses tanggal 24 desember 2012, pukul 15.10 wita
Reskiaddin . laode. 2012. PEMASARAN SOSIAL. Tersedia di: http://kesmas-ode.blogspot.com/2012/11/komunikasi-dalam-pemasaran-sosial.html. Diakses tanggal 24 desember 2012, pukul 15.15 wita
Yani angriani. 2012. Pemasaran sosial . Tersedia di: http://determi.blogspot.com/. Diakses tanggal 24 desember 2012, pukul 15.20 wita
Pratama. Syasa. PEMASARAN SOSIAL. Tersedia di: http://www.syasapratama.com/?Makalah:kesehatan:PEMASARAN_SOSIAL. Diakses tanggal 24 desember 2012, pukul 15.20 wita
Febriantoro. 2012. pemasaran sosial. Tersedia di: http://febriantoro92.wordpress.com/2012/05/18/pemasaran-sosial/. Diakses tanggal 24 desember 2012, pukul 15.30 wita
Idah. 2012. Faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan. Tersedia di: http://idahceris.wordpress.com/2012/04/10/faktor-yang-mempengaruhi-kesehatan/. Diakses tanggal 24 desember 2012, pukul 15.30 wita



Tidak ada komentar:

Posting Komentar