PERAN DAN DETERMINAN PEMASARAN
SOSIAL TERHADAP KESEHATAN MASYARAKAT
OLEH:
ASTUTY PRATIWI
F1D2 10 160
FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS HALUOLEO
KENDARI
2012
PERAN
DAN DETERMINAN PEMASARAN SOSIAL TERHADAP KESEHATAN MASYARAKAT
Pemasaran
Sosial
Pemasaran berasal
dari kata marketing, dan pemasaran asal katanya adalah pasar yang berarti
market, sedangkan yang bisa dipasarkan adalah berupa produk (barang) atau jasa.
Memasarkan barang tidak hanya sekedar menawarkan atau menjual saja, tetapi di
dalamnya terdapat beberapa kegiatan yang mencakup penjualan pembelian, dengan berbagai
cara, menetapkan harga dan lain sebagainya (Wikipedia).
Menurut William J Stanton, Pemasaran adalah
keseluruhan intern yang berhubungan dengan kegiatan – kegiatan usaha yang
bertujuan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan
mendistribusikan barang dan jasa yang akan memuaskan kebutuhan pembeli baik
pembeli yang ada maupun pembeli potensial.
Pemasaran sosial
di perkenalkan pada tahun 1971 sebagai istilah yang digunakan untuk menjelaskan
penerapan prinsip-prinsip dan teknik pemasaran dalam introduksi atau
memperkenalkan gagasan dan perilaku sosial. Pemasaran sosial dapat di artikan perancangan, penerapan, dan
pengendalian program yang ditujukan untuk meningkatkan penerimaan suatu gagasan
atau praktik tertentu pada suatu kelompok sasaran dalam rangka perubahan
perilaku.
Pemasaran sosial,
penggunaan teknik pemasaran untuk memperkenalkan atau mengadakan perubahan
sosial. Seiring dengan perubahan
kebijakan pembangunan kesehatan di Indonesia, pemasaran sosial ( social marketing ) telah banyak
dipergunakan dalam berbagai keperluan program kesehatan, yang merupakan salah
satu bentuk operasional dari komunikasi kesehatan. Sebagai contoh program
keluarga berencana.
Dapat di simpulkan
bahwa pemasaran sosial adalah penerapan konsep dan teknik pemasaran untuk
mendapatkan manfaat sosial. Pengertian pemasaran social adalah suatu proses
untuk membuat rancangan, implementasi dan pengawasan program yang bertujuan
meningkatkan penerimaan gagasan social atau perilaku pada suatu kelompok
sasaran. Pada dasarnya pemasaran social berupa peneapan teknik pemasaran untuk
mendapatkan manfaat sosial, dengan demikian, prinsip dan kegiatan dalam
pemasaran social tidak berbeda jauh dengan pemasaran komersial seperti
penggunaan teknik analisis meliputi marketing research, penembangan produk,
penentuan harga, periklanan dan promotion akan tetapi diakukan bukan
berdasarkan kepentingan bisnis. Contoh pemasaran social yang dilakukan seperti
upaya untuk mempengaruhi perilaku yang berkaitan dengan transportasi umum,
energy matahari, upaya perlindungan, pendaftaran pemilih, pengangkatan anak dan
perilaku sehat.
Kesehatan
masyarakat
Undang-undang
kesehatan No. 23 Tahun 1992 memberikan batasan : kesehatan adalah keadaan
sejahtera badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif
secara sosial dan ekonomi.
Menurut Winslow (1920) seorang ahli kesehatan
masyarakat, kesehatan masyarakat adalah ilmu dan seni mencegah penyakit,
memperpanjang harapan hidup dan meningkatkan kesehatan melalui usaha-usaha
pengorganisasian masyarakat untuk:
·
perbaikan
sanitasi lingkungan
·
pembersihan
penyakit-penyakit menular
·
pendidikan
untuk kebersihan perorangan (personal
hygiene)
·
pengorganisasian
pelayanan-pelayanan medis dan perawatan untuk diagnosis dini serta pengobatan,
dan
·
pengembangan
rekayasa sosial untuk menjamin agar setiap orang terpenuhi kebutuhan hidupnya
yang layak dalam memelihara kesehatannya.
Peran Dan
Determinan Pemasaran Sosial Terhadap Kesehatan Masyarakat
Pemasaran sosial,
penggunaan teknik pemasaran untuk memperkenalkan atau mengadakan perubahan
sosial. Seiring dengan perubahan
kebijakan pembangunan kesehatan di Indonesia, pemasaran sosial ( social marketing ) telah banyak
dipergunakan dalam berbagai keperluan program kesehatan masyarakat, yang
merupakan salah satu bentuk operasional dari komunikasi kesehatan. Sebagai
contoh program keluarga berencana.
Pemasaran Sosial sangat
berpengaruh terhadap Kesehatan Masyarakat.
Kesehatan masyarakat adalah ilmu dan
seni mencegah penyakit, memperpanjang harapan hidup dan meningkatkan kesehatan
melalui usaha-usaha pengorganisasian . Pemasaran Sosial merupakan bagian dari
bidang studi komunikasi. Salah satu definisi
komunikasi yang relevan dengan bahasan ini adalah seperti yang
dikemukakan Arnold dan Hirsch : Suatu proses penyampaian pesan
yang bertujuan untuk mempengaruhi perilaku penerima pesan. Pengertian yang
paling sederhana mengenai pemasaran sosial adalah penggunaan prinsip-prinsip
dan teknik pemasaran untuk menyampaikan ide atau perilaku tertentu. Philip Kotler (2005), menyatakan bahwa
pemasaran sosial adalah suatu proses untuk membuat rancangan, implementasi dan
pengawasan program yang bertujuan meningkatkan penerimaan gagasan sosial atau
perilaku pada kelompok sasaran. Gagasan dan perilaku dari pemasaran sosial dalah
produk yang dipasarkan. Bagaimana cara mengubah perilaku masyarakat demi
tercapainya peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Pemasaran dalam konteks promosi kesehatan adalah
keterampilan manajemen dalam hal mengidentifikasi kesempatan – kesempatan untuk
memenuhi permintaan konsumen atau klien sehingga memberikan perlindungan
maksimal dan atau perbaikan dalam kesehatan mereka ( Ewles dan Simnett, 1994 ).
Kegiatan pemasaran sosial tidak berbeda dengan pemasaran komersial dalam hal
penggunaan teknik analisis yang meliputi riset pasar (marketing research ), pengembangan produk, penentuan harga (
keterjangkauan ) dan periklanan serta promosi.
Meskipun demikian,
terdapat beberapa perbedaan antara pemasaran komersial dengan pemasaran sosial:
1.
Penggunaan
produk sosial sering kali lebih rumit
2.
Produk
sosial lebih controversial
3.
Keuntungan
produk sosial tidak dapat dirasakan dengan cepat hasilnya
Faktor-faktor yang
mempengaruhi kesehatan baik individu, kelompok maupun masyarakat, dikelonpokkan
menjadi 4 (Blum, 1974). Berdasarkan urutan besarnya (pengaruh) terhadap
kesehatan tersebut adalah sbb:
1.
Lingkungan
Lingkungan memiliki pengaruh
yang dan peranan terbesar diikuti perilaku, fasilitas kesehatan dan keturunan.
Lingkungan sangat bervariasi, umumnya digolongkan menjadi tiga kategori, yaitu
yang berhubungan dengan aspek fisik dan sosial. Lingkungan yang berhubungan dengan
aspek fisik contohnya sampah, air, udara, tanah, ilkim, perumahan, dan
sebagainya. Sedangkan lingkungan sosial merupakan hasil interaksi antar manusia
seperti kebudayaan, pendidikan, ekonomi, dan sebagainya. Contohnya telah banyak
fasilitas kesehatan lingkungan yang di bangun oleh instansi baik pemerintah,
swasta, maupun LSM namun kurang/tidak di manfaatkan dan dipelihara sebagaimana
mestinya. Agar sarana sanitasi lingkungan tersebut dimanfaatkan dan dipelihara
secara optimal maka perlu di tanamkan pendidikan kesehatan bagi masyarakat.
2. Perilaku
Perilaku merupakan
faktor kedua yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat karena sehat atau
tidak sehatnya lingkungan kesehatan individu, keluarga dan masyarakat sangat
tergantung pada perilaku manusia itu sendiri. Di samping itu, juga dipengaruhi
oleh kebiasaan, adat istiadat, kebiasaan, kepercayaan, pendidikan sosial
ekonomi, dan perilaku-perilaku lain yang melekat pada dirinya.
3. Pelayanan
kesehatan
Pelayanan
kesehatan merupakan faktor ketiga yang mempengaruhi derajat kesehatan
masyarakat karena keberadaan fasilitas kesehatan sangat menentukan dalam
pelayanan pemulihan kesehatan, pencegahan terhadap penyakit, pengobatan dan
keperawatan serta kelompok dan masyarakat yang memerlukan pelayanan kesehatan.
Ketersediaan fasilitas dipengaruhi oleh lokasi, apakah dapat dijangkau atau tidak.
Yang kedua adalah tenaga kesehatan pemberi pelayanan, informasi dan motivasi
masyarakat untuk mendatangi fasilitas dalam memperoleh pelayanan serta program
pelayanan kesehatan itu sendiri apakah sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang
memerlukan.
4. Keturunan
Keturunan
(genetik) merupakan faktor yang telah ada dalam diri manusia yang dibawa sejak
lahir, misalnya dari golongan penyakit keturunan seperti diabetes melitus dan
asma bronehial. Banyak penyakit-penyakit yang dapat dicegah, namun sebagian
penyakit tidak dapat dihindari, seprti penyakit akibat dari bawaan atau
keturunan. Semakin besar penduduk yang memiliki risiko penyakit bawaan akan
semakin sulit upaya meingkatkan derajat kesehatan.
Keempat faktor
yang mempengaruhi kesehatan di atas tidak dapat berdiri sendiri, namun saling
berpengaruh. Oleh karena itu upaya pembangunan kesehatan harus dilaksanakn
secara simultan dan saling mendukung. Upaya kesehatan yang dilaksanakan harus
bersifat komperhensif, hal ini berarti bahwa upaya kesehatan harus mencakup
upaya preventif/promotif, kuratif dan rehabilitatif. Maka dari itu di butuhkan
suatu strategi pemasaran sosial yang
baik dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat.
Pusat kegiatan
pada pemasaran sosial adalah konsumen atau masyarakat, atau pemasaran sosial
berorientasi pada konsumen, bukan pada perusahaan seperti pada pemasaran
komersial. Hal ini berarti bahwa tingkat keberhasilan kegiatan pemasaran sosial
ditentukan berdasarkan ukuran konsumen atau masyarakat. Sama halnya dengan
kesehatan masyarakat, Pusat kegiatan pada kesehatan masyarakat adalah masyarakat
itu sendiri. Bagaimana dalam pemasaran sosial, mampu mengubah perilaku
masyarakat agar berperilaku sehat.
Konsumen sebagai
tolak ukur mempunyai empat unsur yaitu produk, harga, tempat dan promosi. Ke
empat unsur tersebut harus dikembangkan dan dikelola secara terpadu sebagai
kesatuan dalam rangka memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. Keterpaduan
unsur – unsur tersebut dikenal sebagai bauran unsur atau marketing mix.
Produk yang dijual
dala pemasaran social adalah produk social atau produk yang secara social
bermanfaat, seperti jenis pelayanan (pemeriksaan ibu hamil, penimbangan balita)
atau perilaku baru (berhenti merokok, olahraga) dapat juga berupa benda nyata
(kapsul vitamin A, tablet besi untuk tambah darah) yang disesuiakan denga
keterbutuhan dan minat masyarakat.
Harga dalam
pemasaran social ditentukan berdasarkan manfaat atau kemudahan yang dapat
dinikmati oloh masyarakat, berbeda dengan pemasaran komersial yang didasarkan
pada besarnya biaya yang diperlukan untuk memproduksi suatu barang. Harga dapat
berupa uang, kesempatan, status dan waktu.
Tempat pemasaran
social adalah lokasi tempat produk dapat diperoleh. Sedangkan promosi bertujuan
untuk membujuk konsumen atau kelompok sasaran tertentu agar tertarik dengan
produk yang ditawarkan.
Jadi , suatu kebutuhan
untuk menghadapi perubahan lingkungan dan kontekstual yang terjadi, yakni dengan
harus mendukung perubahan perilaku dari perubahan sosial yang lebih baik dalam pemasaran sosial dengan
tujuan peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
.
DAFTAR PUSTAKA
Maulana, Heri D.J.2009.Promosi
Kesehatan EGC:Jakarta.
Pickett, George.2008. Kesehatan
masyarakat: administrasi dan praktik.EGC:Jakarta
Arya. 2012. Teori
BLUM tentang kesehatan masyarakat. Tersedia
di: http://mhs.blog.ui.ac.id/putu01/2012/06/01/teori-blum-tentang-kesehatan-masyarakat/.
Diakses tanggal 24 desember 2012, pukul 15.10 wita
Reskiaddin .
laode. 2012. PEMASARAN SOSIAL. Tersedia di: http://kesmas-ode.blogspot.com/2012/11/komunikasi-dalam-pemasaran-sosial.html.
Diakses tanggal 24 desember 2012, pukul 15.15 wita
Yani angriani.
2012. Pemasaran sosial . Tersedia di: http://determi.blogspot.com/. Diakses tanggal
24 desember 2012, pukul 15.20 wita
Pratama. Syasa. PEMASARAN
SOSIAL. Tersedia di: http://www.syasapratama.com/?Makalah:kesehatan:PEMASARAN_SOSIAL.
Diakses tanggal 24 desember 2012, pukul 15.20 wita
Febriantoro. 2012.
pemasaran sosial. Tersedia di: http://febriantoro92.wordpress.com/2012/05/18/pemasaran-sosial/.
Diakses tanggal 24 desember 2012, pukul 15.30 wita
Idah. 2012. Faktor-faktor
yang mempengaruhi kesehatan. Tersedia di: http://idahceris.wordpress.com/2012/04/10/faktor-yang-mempengaruhi-kesehatan/.
Diakses tanggal 24 desember 2012, pukul 15.30 wita

Tidak ada komentar:
Posting Komentar