Selasa, 25 Desember 2012

Psikologi Kesehatan

PSIKOLOGI DAN PENERAPANNYA DALAM:
MANUSIA DAN BAKAT LINGKUNGANNYA

A. Manusia dan Perkembangannya
Manusia merupakan makhluk hidup yang lebih sempurna apabila dibandingkan dengan makhluk-makhluk hidup yang lain. Akibat dari unsure kehidupan yang ada pada manusia. Manusia berkembang dan mengalami perubahan-perubahan baik dalam segi Fisiologis maupun dalam segi Psikologis. Factor-faktor yang menentukan perkembangan manusia ternyata terdapat bermacam-macam pendapat dari para ahli, sehingga pendapat-pendapat itu menimbulkan bermacam-macam teori yang lain, bahkan ada yang bertentangan satu dengan yang lain. Teori – teori perkembangan tersebut antara lain:
a) Teori Nativisme
Teori ini menyatakan bahwa perkembangan manusia itu akan ditentukan oleh factor-faktor Natives, yaitu faktor-faktor keturunanyang merupakan faktor-faktor yang dibawa oleh individu pada waktu dilahirkan. Menurut teori ini  sewaktu individu dilahirkan telah membawa sifat-sifat tertentu, dan sifst—sifat inilah yang akan menentukan keadaan individu yang bersangkutan, sedangkan factor lain yaitu lingkungan, termasuk di dalamnya pendidikan dapat dikatakan tidak berpengaruh terhadap perkembangan individu itu. Teori ini dikemuikakan oleh Schopenhour (Bigot, dkk. 1950).
b) Teori Empirisme
Teori ini menyatakan bahwa perkembangan seorang individu akan di tentukan oleh pengalaman-pengalamannya (bisa berupa Pendidikan) yang di peroleh selama perkembangan individu itu. Menurut teori ini, manusia yang dilahirkan bisa di ibaratkan sebagai kertas atau meja yang putih bersih dan belum ada tulisan apapun. Akan menjadi apakah individu itu kemudian tergantung kepada apa yang akan dituliskan di atasnya. Karena itu peranan para pendidik dalam hal ini sangat berpengaruh besar. Pendidikanlah yang akan menentukan  keadaan individu itu di kemudian hari. Teori ini di kemukakan oleh John Locke juga sering dikenal dengan teori tabularasa, yang memandang keturunan atau pembawaan tidak mempunyai peran.
Apabila dicermati, teori ini merupakan teori yang bertentangan dengan teori Nativisme.
c) Teori Konvergensi
Teori ini merupakan teori gabungan (Konvergensi) dari kedua teori diatas tersebut. Teori ini dikemukakan oleh William Stern, baik pembawaan maupun pengalaman atau lingkungan mempunyai peranan yang penting didalam perkembangan individu. Perkembangan individu  akan di tentukan baik oleh factor yang dibawa sejak lahir (endogen) maupun factor lingkungan (pengalaman dan pendidikan) yang merupakan factor eksogen.
Dari ketiga teori diatas, teori Konvergensilah yang merupakan teori yang di terima oleh para ahli pada umumnya, sehingga teori yang di kemukakan oleh W. Stern merupakan salah satu hukum perkembangan individu disamping adanya hukum-hukum perkembangan yang lain.
B. Pengertian Bakat
           Bakat adalah kemampuan dasar seseorang untuk belajar dalam tempo yang relatif pendek dibandingkan orang lain, namun hasilnya justru lebih baik. Bakat merupakan potensi yang dimiliki oleh seseorang sebagai bawaan sejak lahir. Contoh seorang yang berbakat melukis akan lebih cepat mengerjakan pekerjaan lukisnya dibandingkan seseorang yang kurang berbakat.
Jenis-jenis bakat antara lain sebagai berikut:
1.  Bakat umum, merupakan kemampuan yang berupa potensi dasar yang bersifat umum, artinya setiap orang memiliki.
2.  Bakat khusus, merupakan kemampuan yang berupa potensi khusus, artinya tidak semua orang memiliki misalnya bakat seni, pemimpin, penceramah, olahraga. Selain itu bakat khusus yang lain, yaitu :

•    Bakat Verbal: Bakat tentang konsep – konsep yang diungkapkan dalam bentuk kata – kata.
•    Bakat Numerikal: Bakat tentang konsep – konsep dalam bentuk angka.
•    Bakat Skolastik: Kombinasi kata – kata (logika) dan angka – angka.   Kemampuan dalam penalaran, mengurutkan, berpikir dalam pola sebab-akibat, menciptakan hipotesis, mencari keteraturan konseptual atau pola numerik, pandangan hidupnya umumnya bersifat rasional. Ini merupakan kecerdasan para ilmuwan, akuntan, dan pemprogram komputer.(Newton, Einstein, dsb.)
•    Bakat Abstrak: Bakat yang bukan kata maupun angka tetapi berbentuk pola, rancangan, diagram, ukuran – ukuran, bentuk – bentuk dan posisi-posisinya.
•    Bakat mekanik: Bakat tentang prinsip – prinsip umum IPA, tata kerja mesin, perkakas dan alat – alat lainnya.
•    Bakat Relasi Ruang (spasial): Bakat untuk mengamati, menceritakan pola dua dimensi atau berfikir dalam 3 dimensi. Mempunyai kepekaan yang tajam terhadap detail visual dan dapat menggambarkan sesuatu dengan begitu hidup, melukis atau membuat sketsa ide secara jelas, serta dengan mudah menyesuaikan orientasi dalam ruang tiga dimensi. Ini merupakan kecerdasan para arsitek, fotografer, artis, pilot, dan insinyur mesin. (Thomas Edison,  Pablo Picasso, Ansel Adams, dsb.)
•    Bakat kecepatan ketelitian klerikal: Bakat tentang tugas tulis menulis, ramu-meramu untuk laboratorium, kantor dan lain – lainnya.
•    Bakat bahasa (linguistik): Bakat tentang penalaran analistis bahasa (ahli sastra) misalnya untuk jurnalistik, stenografi, penyiaran, editing, hukum, pramuniaga dan lain – lainnya.
                                                     
C. Faktor-Faktor Yang Mendukung Pengembangan Bakat
    Faktor-faktor yang mendukung pengembangan bakat yaitu:
1.  Faktor Intern

 a.   Faktor Bawaan (Genetik)
Faktor ini merupakan faktor yang mendukung perkembangan individu dalam minat dan bakat sebagai totalitas karakteristik individu yang diwariskan orang tua kepada anak dalam segala potensi melalui fisik maupun psikis yang dimiliki individu sebagai pewarisan dari orang tuanya. Faktor hereditas sebagai faktor pertama munculnya bakat (Yusuf ; 2004 ; 31). Dari segi biologi, bakat sangat berhubungan dengan fungsi otak. Bila otak kiri dominan, segala tindakan dan verbal, intelektual, sequensial, teratur rapi, dan logis. Sedangkan otak kanan berhubungan dengan masalah spasial, non verbal, estetik dan artistic serta atletis.
      b.   Faktor kepribadian
Faktor kepribadian yaitu keadaan psikologis dimana perkembangan potensi anak tergantung pada diri dan emosi anak itu sendiri. Hal ini akan membantu anak dalam membentuk konsep serta optimis dan percaya diri dalam mengembangkan bakatnya (Asror ; 1999 ; 93).
2.     Faktor Ekstern
a.   Faktor lingkungan
Faktor lingkungan merupakan olahan dari berbagai hal untuk mendukung pengembangan minat dan bakat anak. Faktor lingkungan terbagi atas :
-    Lingkungan keluarga
Lingkungan keluarga merupakan tempat latihan atau belajar dan tempat anak memperoleh pengalaman, karena keluarga merupakan lingkungan pertama dan paling penting bagi anak. (Sutiono ; 1998 ; 171).
-    Lingkungan sekolah
Suatu lingkungan yang dapat mempengaruhi proses belajar mengajar kondusif yang bersifat formal.Lingkungan ini sangat berpengaruh bagi pengembangan minat dan bakat karena di lingkungan ini minat dan bakat anak dikembangkan secara intensif.
-    Lingkungan sosial
Suatu lingkungan yang berhubungan dengan kehidupan masyarakat. Di lingkungan ini anak akan mengaktualisasikan minat dan bakatnya kepada masyarakat.


D. Pengertian Lingkungan
    Lingkungan adalah suatu media dimana makhuk hidup tinggal, mencari penghidupannya, dan memiliki karakter serta fungsi yang khas yang terkait secara timbal balik dengan keberadaan makhluk hidup yang menempatinya, terutama manusia yang memiliki peranan yang lebih kompleks. Kehidupan manusia tidak bisa dipisahkan dari lingkungannya. Baik lingkungan alam maupun lingkungan sosial. Kita bernapas memerlukan udara dari lingkungan sekitar. Kita makan, minum, menjaga kesehatan, semuanya memerlukan lingkungan. Pengertian lain dari lingkungan adalah segala sesuatu yang ada disekitar manusia yang memengaruhi perkembangan kehidupan manusia baik langsung maupun tidak langsung.
     Lingkungan bisa dibedakan menjadi lingkungan biotik dan abiotik. Jika kalian berada di sekolah, lingkungan biotiknya berupa teman-teman sekolah, bapak ibu guru serta karyawan, dan semua orang yang ada di sekolah, juga berbagai jenis tumbuhan yang ada di kebun sekolah serta hewan-hewan yang ada disekitarnya. Adapun lingkungan abiotik berupa udara, meja kursi, papan tulis, gedung sekolah, dan berbagai macam benda mati yang ada disekitar.
Seringkali lingkungan yang terdiri dari sesama manusia disebut juga sebagai lingkungan sosial. Lingkungan sosial inilah yang membentuk sistem pergaulan yang besar peranannya dalam membentuk keperibadiaan seseorang.


C.  Hubungan Manusia/Individu dengan Lingkungannya
Telah dikemukakan dalam teori konvergensi bahwa lingkungan mempunyai peranan yang penting dalam perkembangan individu dan teori ini pada umumnya menunjukan kebenarannya. Lingkungan secara garis besar dapat dibedakan:
1.    Lingkungan Fisik
Yaitu lingkungan yang berupa alam, misalnya tanah, keadaan musim dan sebagainya. Lingkungan alal yang berbeda akan memberikan pengaruh yang berbeda pula kepada individu.
2.    Lingkungan Sosial
Yaitu merupakan lingkungan masyarakat yang adanya interaksi individu satu dengan individu lain. Keadaan masyarakatpun akan memberikan pengaruh tertentu terhadap perkembangan individu. Lingkungan Sosial biasanya dibedakan:
•    Lingkungan Sosial Primer
Yaitu lingkungan social dengan adanya hubungan yang erat antara anggota satu dengan anggota yang lain.
•    Lingkungan Sosial Skunder
Yaitu lingkungan social yang hubungan anggota satu dengan yang lain agak longgar. Hubungan individu dengan lingkungannnya ternyata tidak hanya berjalan searah tetapi terdapat hubungan yang saling timbal balik yaitu lingkungan dapat mempengaruhi individu dan begitu pula sebaliknya.

Bagaimana sikap individu terhadap lingkungan dapat dipaparkan sebagai berikut:
a.  Individu Menolak atau menentang lingkungan. Dalam keadaan ini lingkungan tidak sesuai dengan yang ada didalam diri individu.
b. Individu menerima lingkungan.dalam hal ini lingkungan sesuai atau sejalan dengan yang ada dalam diri individu atau individu merasa cocok dengan lingkungan tersebut.
c. Individu bersikap Netral. Dalam hal iniindividu tidak menerima tetapi juga tidak menolak. Individu dalam keadaan status quo terhadap lingkungan.




DAFTAR PUSTAKA

Mar’at, Dr. Samsunuwiyati. 2005. Psikologi Perkembangan. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya

Azwar, Drs. Syaifuddin. 2000. Psikologi Intelegensi.Yogyakarta : Pustaka Pelajar

Sardjoe, Drs. Psikologi Umum. Pasuruan Jatim : PT. Gaoeda Buana Indah

Walgito, Bimo. 1980. Pengantar Psikologi Umum.Yogyakarta : FAK. Psikologi UGM. Tersedia di: http://yherpansi.wordpress.com/2009/11/06/hereditas/. Diakses Tanggal 23 Desember 2012. Pukul 19.00 wita

Muslim. 2012. Pengaruh hereditas dan linkungan. Tersedia di: http://mymuslim-muslimat.blogspot.com/2012/04/pengaruh-hereditas-dan-lingkungan.html. Di akses tanggal 24 desember 2012. Pukul 19.00 wita
Alan. 2012. Psikologi. Tersedia di: http://alanst24.blogspot.com/2012/09/tugas-psikologi.html#.UNVWbtRtJ0s. Di akses tanggal 24 desember 2012. Pukul 19.00 wita.

Tonkin .2012. psikologi Manusia/Individu dengan Lingkungannya. Tersedia di: http://tonkin069.wordpress.com/kuliah/psikologi-pendidikan/bab-ii-manusia-dan-lingkungannya/. Di akses tanggal 24 desember 2012. Pukul 19.00 wita
Natadiningrat. 2012. Manusia dan bakat lingkungannya. Tersedia di: http://natadiningrat.blogspot.com/2012/12/manusia-dan-bakat-lingkungannya.html. Di akses tanggal 24 desember 2012. Pukul 19.00 wita

Tugas Individu Pemasaran Sosial

PERAN DAN DETERMINAN PEMASARAN SOSIAL TERHADAP KESEHATAN MASYARAKAT







  
OLEH:
ASTUTY PRATIWI
F1D2 10 160




FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS HALUOLEO
KENDARI
2012





PERAN DAN DETERMINAN PEMASARAN SOSIAL TERHADAP KESEHATAN MASYARAKAT

Pemasaran Sosial
Pemasaran berasal dari kata marketing, dan pemasaran asal katanya adalah pasar yang berarti market, sedangkan yang bisa dipasarkan adalah berupa produk (barang) atau jasa. Memasarkan barang tidak hanya sekedar menawarkan atau menjual saja, tetapi di dalamnya terdapat beberapa kegiatan yang mencakup penjualan pembelian, dengan berbagai cara, menetapkan harga dan lain sebagainya (Wikipedia).
Menurut William J Stanton, Pemasaran adalah keseluruhan intern yang berhubungan dengan kegiatan – kegiatan usaha yang bertujuan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang akan memuaskan kebutuhan pembeli baik pembeli yang ada maupun pembeli potensial.
Pemasaran sosial di perkenalkan pada tahun 1971 sebagai istilah yang digunakan untuk menjelaskan penerapan prinsip-prinsip dan teknik pemasaran dalam introduksi atau memperkenalkan gagasan dan perilaku sosial. Pemasaran sosial  dapat di artikan perancangan, penerapan, dan pengendalian program yang ditujukan untuk meningkatkan penerimaan suatu gagasan atau praktik tertentu pada suatu kelompok sasaran dalam rangka perubahan perilaku.
Pemasaran sosial, penggunaan teknik pemasaran untuk memperkenalkan atau mengadakan perubahan sosial.  Seiring dengan perubahan kebijakan pembangunan kesehatan di Indonesia, pemasaran sosial ( social marketing ) telah banyak dipergunakan dalam berbagai keperluan program kesehatan, yang merupakan salah satu bentuk operasional dari komunikasi kesehatan. Sebagai contoh program keluarga berencana.
Dapat di simpulkan bahwa pemasaran sosial adalah penerapan konsep dan teknik pemasaran untuk mendapatkan manfaat sosial. Pengertian pemasaran social adalah suatu proses untuk membuat rancangan, implementasi dan pengawasan program yang bertujuan meningkatkan penerimaan gagasan social atau perilaku pada suatu kelompok sasaran. Pada dasarnya pemasaran social berupa peneapan teknik pemasaran untuk mendapatkan manfaat sosial, dengan demikian, prinsip dan kegiatan dalam pemasaran social tidak berbeda jauh dengan pemasaran komersial seperti penggunaan teknik analisis meliputi marketing research, penembangan produk, penentuan harga, periklanan dan promotion akan tetapi diakukan bukan berdasarkan kepentingan bisnis. Contoh pemasaran social yang dilakukan seperti upaya untuk mempengaruhi perilaku yang berkaitan dengan transportasi umum, energy matahari, upaya perlindungan, pendaftaran pemilih, pengangkatan anak dan perilaku sehat.

Kesehatan masyarakat
Undang-undang kesehatan No. 23 Tahun 1992 memberikan batasan : kesehatan adalah keadaan sejahtera badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi.
Menurut Winslow (1920) seorang ahli kesehatan masyarakat, kesehatan masyarakat adalah ilmu dan seni mencegah penyakit, memperpanjang harapan hidup dan meningkatkan kesehatan melalui usaha-usaha pengorganisasian masyarakat untuk:
·         perbaikan sanitasi lingkungan
·         pembersihan penyakit-penyakit menular
·         pendidikan untuk kebersihan perorangan (personal hygiene)
·         pengorganisasian pelayanan-pelayanan medis dan perawatan untuk diagnosis dini serta pengobatan, dan
·         pengembangan rekayasa sosial untuk menjamin agar setiap orang terpenuhi kebutuhan hidupnya yang layak dalam memelihara kesehatannya.

Peran Dan Determinan Pemasaran Sosial Terhadap Kesehatan Masyarakat
Pemasaran sosial, penggunaan teknik pemasaran untuk memperkenalkan atau mengadakan perubahan sosial.  Seiring dengan perubahan kebijakan pembangunan kesehatan di Indonesia, pemasaran sosial ( social marketing ) telah banyak dipergunakan dalam berbagai keperluan program kesehatan masyarakat, yang merupakan salah satu bentuk operasional dari komunikasi kesehatan. Sebagai contoh program keluarga berencana.
Pemasaran Sosial sangat berpengaruh terhadap Kesehatan Masyarakat.  Kesehatan masyarakat adalah ilmu dan seni mencegah penyakit, memperpanjang harapan hidup dan meningkatkan kesehatan melalui usaha-usaha pengorganisasian . Pemasaran Sosial merupakan bagian dari bidang studi komunikasi. Salah satu definisi  komunikasi yang relevan dengan bahasan ini adalah seperti yang dikemukakan Arnold dan Hirsch : Suatu proses penyampaian pesan yang bertujuan untuk mempengaruhi perilaku penerima pesan. Pengertian yang paling sederhana mengenai pemasaran sosial adalah penggunaan prinsip-prinsip dan teknik pemasaran untuk menyampaikan ide atau perilaku tertentu. Philip Kotler (2005), menyatakan bahwa pemasaran sosial adalah suatu proses untuk membuat rancangan, implementasi dan pengawasan program yang bertujuan meningkatkan penerimaan gagasan sosial atau perilaku pada kelompok sasaran. Gagasan dan perilaku dari pemasaran sosial dalah produk yang dipasarkan. Bagaimana cara mengubah perilaku masyarakat demi tercapainya peningkatan derajat kesehatan masyarakat.  Pemasaran dalam konteks promosi kesehatan adalah keterampilan manajemen dalam hal mengidentifikasi kesempatan – kesempatan untuk memenuhi permintaan konsumen atau klien sehingga memberikan perlindungan maksimal dan atau perbaikan dalam kesehatan mereka ( Ewles dan Simnett, 1994 ). Kegiatan pemasaran sosial tidak berbeda dengan pemasaran komersial dalam hal penggunaan teknik analisis yang meliputi riset pasar (marketing research ), pengembangan produk, penentuan harga ( keterjangkauan ) dan periklanan serta promosi.
Meskipun demikian, terdapat beberapa perbedaan antara pemasaran komersial dengan pemasaran sosial:
1.      Penggunaan produk sosial sering kali lebih rumit
2.      Produk sosial lebih controversial
3.      Keuntungan produk sosial tidak dapat dirasakan dengan cepat hasilnya
Faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan baik individu, kelompok maupun masyarakat, dikelonpokkan menjadi 4 (Blum, 1974). Berdasarkan urutan besarnya (pengaruh) terhadap kesehatan tersebut adalah sbb:
1.      Lingkungan
Lingkungan memiliki pengaruh yang dan peranan terbesar diikuti perilaku, fasilitas kesehatan dan keturunan. Lingkungan sangat bervariasi, umumnya digolongkan menjadi tiga kategori, yaitu yang berhubungan dengan aspek fisik dan sosial. Lingkungan yang berhubungan dengan aspek fisik contohnya sampah, air, udara, tanah, ilkim, perumahan, dan sebagainya. Sedangkan lingkungan sosial merupakan hasil interaksi antar manusia seperti kebudayaan, pendidikan, ekonomi, dan sebagainya. Contohnya telah banyak fasilitas kesehatan lingkungan yang di bangun oleh instansi baik pemerintah, swasta, maupun LSM namun kurang/tidak di manfaatkan dan dipelihara sebagaimana mestinya. Agar sarana sanitasi lingkungan tersebut dimanfaatkan dan dipelihara secara optimal maka perlu di tanamkan pendidikan kesehatan bagi masyarakat.
2. Perilaku
Perilaku merupakan faktor kedua yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat karena sehat atau tidak sehatnya lingkungan kesehatan individu, keluarga dan masyarakat sangat tergantung pada perilaku manusia itu sendiri. Di samping itu, juga dipengaruhi oleh kebiasaan, adat istiadat, kebiasaan, kepercayaan, pendidikan sosial ekonomi, dan perilaku-perilaku lain yang melekat pada dirinya.
3. Pelayanan kesehatan
Pelayanan kesehatan merupakan faktor ketiga yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat karena keberadaan fasilitas kesehatan sangat menentukan dalam pelayanan pemulihan kesehatan, pencegahan terhadap penyakit, pengobatan dan keperawatan serta kelompok dan masyarakat yang memerlukan pelayanan kesehatan. Ketersediaan fasilitas dipengaruhi oleh lokasi, apakah dapat dijangkau atau tidak. Yang kedua adalah tenaga kesehatan pemberi pelayanan, informasi dan motivasi masyarakat untuk mendatangi fasilitas dalam memperoleh pelayanan serta program pelayanan kesehatan itu sendiri apakah sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang memerlukan.
4. Keturunan
Keturunan (genetik) merupakan faktor yang telah ada dalam diri manusia yang dibawa sejak lahir, misalnya dari golongan penyakit keturunan seperti diabetes melitus dan asma bronehial. Banyak penyakit-penyakit yang dapat dicegah, namun sebagian penyakit tidak dapat dihindari, seprti penyakit akibat dari bawaan atau keturunan. Semakin besar penduduk yang memiliki risiko penyakit bawaan akan semakin sulit upaya meingkatkan derajat kesehatan.
Keempat faktor yang mempengaruhi kesehatan di atas tidak dapat berdiri sendiri, namun saling berpengaruh. Oleh karena itu upaya pembangunan kesehatan harus dilaksanakn secara simultan dan saling mendukung. Upaya kesehatan yang dilaksanakan harus bersifat komperhensif, hal ini berarti bahwa upaya kesehatan harus mencakup upaya preventif/promotif, kuratif dan rehabilitatif. Maka dari itu di butuhkan suatu strategi pemasaran sosial  yang baik dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat.
Pusat kegiatan pada pemasaran sosial adalah konsumen atau masyarakat, atau pemasaran sosial berorientasi pada konsumen, bukan pada perusahaan seperti pada pemasaran komersial. Hal ini berarti bahwa tingkat keberhasilan kegiatan pemasaran sosial ditentukan berdasarkan ukuran konsumen atau masyarakat. Sama halnya dengan kesehatan masyarakat, Pusat kegiatan pada kesehatan masyarakat adalah masyarakat itu sendiri. Bagaimana dalam pemasaran sosial, mampu mengubah perilaku masyarakat agar berperilaku sehat.
Konsumen sebagai tolak ukur mempunyai empat unsur yaitu produk, harga, tempat dan promosi. Ke empat unsur tersebut harus dikembangkan dan dikelola secara terpadu sebagai kesatuan dalam rangka memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. Keterpaduan unsur – unsur tersebut dikenal sebagai bauran unsur atau marketing mix.
Produk yang dijual dala pemasaran social adalah produk social atau produk yang secara social bermanfaat, seperti jenis pelayanan (pemeriksaan ibu hamil, penimbangan balita) atau perilaku baru (berhenti merokok, olahraga) dapat juga berupa benda nyata (kapsul vitamin A, tablet besi untuk tambah darah) yang disesuiakan denga keterbutuhan dan minat masyarakat.
Harga dalam pemasaran social ditentukan berdasarkan manfaat atau kemudahan yang dapat dinikmati oloh masyarakat, berbeda dengan pemasaran komersial yang didasarkan pada besarnya biaya yang diperlukan untuk memproduksi suatu barang. Harga dapat berupa uang, kesempatan, status dan waktu.
Tempat pemasaran social adalah lokasi tempat produk dapat diperoleh. Sedangkan promosi bertujuan untuk membujuk konsumen atau kelompok sasaran tertentu agar tertarik dengan produk yang ditawarkan.
Jadi , suatu kebutuhan untuk menghadapi perubahan lingkungan dan kontekstual yang terjadi, yakni dengan harus mendukung perubahan perilaku dari perubahan sosial  yang lebih baik dalam pemasaran sosial dengan tujuan peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
.




DAFTAR PUSTAKA

Maulana, Heri D.J.2009.Promosi Kesehatan EGC:Jakarta.
Pickett, George.2008. Kesehatan masyarakat: administrasi dan praktik.EGC:Jakarta
Arya. 2012. Teori BLUM tentang kesehatan masyarakat.  Tersedia di: http://mhs.blog.ui.ac.id/putu01/2012/06/01/teori-blum-tentang-kesehatan-masyarakat/. Diakses tanggal 24 desember 2012, pukul 15.10 wita
Reskiaddin . laode. 2012. PEMASARAN SOSIAL. Tersedia di: http://kesmas-ode.blogspot.com/2012/11/komunikasi-dalam-pemasaran-sosial.html. Diakses tanggal 24 desember 2012, pukul 15.15 wita
Yani angriani. 2012. Pemasaran sosial . Tersedia di: http://determi.blogspot.com/. Diakses tanggal 24 desember 2012, pukul 15.20 wita
Pratama. Syasa. PEMASARAN SOSIAL. Tersedia di: http://www.syasapratama.com/?Makalah:kesehatan:PEMASARAN_SOSIAL. Diakses tanggal 24 desember 2012, pukul 15.20 wita
Febriantoro. 2012. pemasaran sosial. Tersedia di: http://febriantoro92.wordpress.com/2012/05/18/pemasaran-sosial/. Diakses tanggal 24 desember 2012, pukul 15.30 wita
Idah. 2012. Faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan. Tersedia di: http://idahceris.wordpress.com/2012/04/10/faktor-yang-mempengaruhi-kesehatan/. Diakses tanggal 24 desember 2012, pukul 15.30 wita